Mengendarai Motor Saat Hujan

Mengendarai sepeda motor di saat hujan bukanlah pengalaman yang menyenangkan bagi setiap pengendara sepeda motor. Memang hujan membuat udara menjadi lebih sejuk namun ini juga membuat kegiatan bekendara menjadi merepotkan karena pengendara haru berhenti dulu untuk memakai mantel hujan sebelum melanjutkan perjalanan. Kalaupun pengendara memutuskan untuk berhenti dan berteduh, dia tidak tahu berapa lama harus menunggu hingga hujan berhenti. Hujan juga membuat lalu lintas lebih macet daripada biasanya karena kendaraan-kendaraan memperlambat laju kendaraan. Masih ada lagi ancaman genangan air (banjir).

Bekendara dalam hujan atau di jalan basah juga membuat jalan licin hingga mengganggu laju kendaraan. Sering pengendara mengeluhkan permukaan jalan raya yang licin kala turun hujan atau terkena siraman air. Jangankan pengendara sepeda motor, pejalan kaki saja bisa terpeleset saat berjalan di permukaan basah. Efek licin ini terjadi sebagai efek aquaplanning–timbulnya lapisan filem (tipis) yang mebatasi kontak ban dengan permukaan jalan. Ini yang menyebabkan bekendara di jalanan basah lebih sulit daripada jalan kering, dimana ban memiliki area kontak yang luas dengan jalan. Jadi agar aman bekendara, pengendara sepeda motor harus berhati-hati Biarpun begitu, pengendara harus bisa berdapatasi dengan kondisi yang ada. Lewat tulisan ini saya ingin membagikan tips yang berguna dalam bekendara dalam kondisi hujan.

  1. Nyalakan lampu kendaraan. Tujuannya agar keberadaan Anda terlihat dari depan dan belakang. Dalam kondisi hujan, jarak pandangan terbatas akibat guyuran air hujan. Agar Anda terhindar dari kecelakaan, nyalakan lampu kendaraan sehingga pengendara di belakang dan di depan Anda senantiasa tahu posisi Anda. Nyala lampu yang terpancar dari kendaraan Anda juga memberikan pengendara lain petunjuk tentang jarak Anda sehingga pengendara dapat memperkirakan jarak Anda dan kendaraannya. Otomatis, mereka bisa menjaga kecepatan kendaraan mereka.
  2. Jagalah jarak dengan kendaraan di depan Anda. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan melindungi Anda apabila kendaraan di depan berhenti mendadak. Dengan menjaga jarak aman, apabila kendaraan di depan mengerem mendadak, Anda punya cukup waktu untuk bereaksi dengan melakukan pengereman. Lebih lanjut lagi, jarak aman memberi cukup waktu untuk melambat hingga berhenti. Sebisa mungkin Anda menciptakan jarak sekurang-kurangnya 1 meter. Jarak aman bisa diciptakan dengan menjaga kecepatan rata-rata. Dalam kondisi hujan/jalanan basah, sebaiknya laju kendaraan tidak secepat berada di jalan kering. Sebagai acuan, Anda bisa menajga kecepatan di antara 40-60 kmj
  3. Jaga keseimbangan. Menjaga keseimbangan memang hal alamiah yang harus dilakukan di atas sepeda motor. Namun, menjaga keseimbangan menjadi sangat mutlak ketika sedang hujan. Saat menikung dan berada di jalan lurus, keseimbangan bekendara akan mencegah Anda dari kecelakaan. Keseimbangan juga sangat terkait dengan kecepatan rata-rata sepeda motor. Semakin cepat laju kendaraan, semakin kurang stabil posisi Anda. Agar posisi Anda tetap stabil, Anda harus menjaga kecepatan agar tidak terlalu cepat sehingga sepeda motor dapat dikendalikan dengan mudah. Sudut kemiringan sepeda motor saat menikung juga tidak boleh ekstrim. Dalam kondisi hujan/jalanan basah, pengendara sebaiknya tidak memiringkan kendaraan hingga 45 derajat. 90-60 derajat sudah cukup stabil agar sepeda motor tetap stabil di dalam tikungan.
  4. Buka gas secara halus. Anda dapat membuka gas secara halus dengan cars mengurut putaran gas. Ini berarti, sebaiknya And memutar selongsong gas secara perlahan sambil menyesuikan dengan putaran mesin (RPM). Anda dapat mempraktikannya dengan menggunakan telinga Anda untuk mengukur tinggi RPM. Saat menaikan kecepatan, naikan dengan perlahan agar sewaktu-waktu Anda mengerem, sepeda motor masih bisa melambat dengan baik. Daripada melaju dengan kecepatan tinggi, lebih baik melaju sedikit lambat karena Anda masih bisa melakukan pengereman darurat. Lagipula, buat apa ngebut di jalanan basah dengan resiko tergelincir.
  5. Utamakan pengereman halus. Seperti halnya buka gas halus, pengereman halus dan lebih awal merupakan teknik terbaik untuk menurunkan kecepatan. Dengan pengereman halus, kendaraan dapat melambat secara mantap. Pengereman halus dapat dilakukan dengan menarik tuas rem depan secara perlahan dan menambah tekanan secara terus menerus. Dengan cara ini, laju sepeda motor akan melambat secara bertahap dan mempermudah pengendara dalam mengendalikan roda depan. Pengereman lembut juga membantu mengurangi resiko tergelincir saat mengerem di jalan licin (basah). Dalam hal ini, menggunakan rem depan jauh lebih baik daripada rem belakang karena roda depan relatif lebih mudah dikendalikan. Rem belakang lebih baik dipakai 20% guna menunjang pengereman rem depan.
  6. Saat hujan, helm full face memberikan keuntungan karena melindungi wajah dari cipratan air dan terpaan air hujan lebat. Selain itu, helem full-face memberikan kesejukan bagi kepala serta menjaganya tetap kering. Persoalannya, helem full-face mudah berembun saat hujan. Solusinya, bukalah visor (kaca) helem sedikit untuk memberikan celah bagi angin hangat masuk dan mengurangi embun di visor. Dengan visor yang bebas embun, pengendara memiliki bidang pandang yang jernih terhadap situasi jalan di depan.
  7. Bekendara di hujan itu sebaiknya pelan karena pelan itu halus dan halus itu cepat. Kedengarannya seperti permainan kata tapi jika Anda renungkan dengan baik, kalimat itu memang faktual. Dari pengalaman saya, mereka yang bekendara dengan kecang di jalan basah/hujan cenderung lebih lambat dan rentan terhadapa kecelakaan daripada mereka yang bekendara dengan pelan. Yang penting adalah sampai di tempat tujuan dengan selamat.
  8. Bekendara di hujan itu sebaiknya pelan karena pelan itu halus dan halus itu cepat.

Nah, itulah tips dari saya yang kiranya layak menjadi pedoman yang bisa disesuaikan dengan kondisi yang biasanya Anda hadapi. Penerapan di lapangan bisa disesuaikan dengan karakteristik kendaraan Anda masing-masing. Bagaimanapun juga, Anda yang tahu persis perilaku kendaraan Anda dalam situasi basah serta kering.

One response to “Mengendarai Motor Saat Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s