Manfaat Sistem Ujian Masuk Universitas yang Baru

Setelah lama menunggu, dan melalui banyak kritik serta komentar, akhirnya DikNas jadi juga mengubah bentuk penerimaan mahasiswa baru dengan mengganti ujian Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dengan Ujian Akhir Nasional (UAN). Dalam bayangan menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang baru, nilai hasil Ujian Akhir Nasiona (UAN) akan dipakai sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru bagi semua universitas negeri di seluruh Indonesia. Cara ini dipandang sebagai yang paling sederhana dan mengurangi beban murid SMA, beban orang tua dan beban anggaran negara.

Dengan menggunakan nilai hasil UAN, tekanan mental yang dihadapi murid Indonesia akan berkurang banyak. Sebelumnya, murid SMA harus melewati UAN dalam rangka lulus dari sekolah. Selesai dengan ujian itu, murid masih belum bisa menarik napas lega karena mereka masih harus menghadapi SPMB yang akan menentukan apakah mereka bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas. Secara tidak langsung, ini membuat murid mengalami tekanan stress yang belipat, UAN yang menentukan lulus tidaknya mereka dari sekolah serta SPMB yang memutuskan dapat tidaknya kuliah di universitas.  Penyatuan UAN dengan ujian penerimaan mahasiswa baru dapat mengurangi stress murid-murid SMA karena mereka hanya perlu fokus pada satu hal saja, UAN. Selain perlu fokus pada satu hal, murid juga hanya perlu mempersiapkan diri secara khusus pada UAN saja. Mereka tidak perlu lagi belajar ekstra untuk UAN dan kemudian SPMB.

Beban orang tua dalam hal psikologis dan keuangan juga akan berkurang lewat sistem baru ujian masuk universitas. Dulu, orang tua dan anaknya masih belum bisa bersenang-senang seandainya UAN sudah berlalu karena sesudah UAN sang anak masih harus bersiap lagi menghadapi SPMB. Dari sudut keuangan, orang tua hanya perlu menganggarkan dana sekali saja untuk keperlua persiapan ujian, seperti kursus bimbingan belajar (bimbel) atau kursus privat. Nantinya, orang tua murid dan murid sendiri hanya perlu ikut kursus persiapan UAN saja dan mereka tidak lagi perlu memperpanjang masa kursus untuk ujian SPMB. Tekanan psikologis orang tua berkurang, begitu pula halnya dengan beban anggaran belajar untuk anak mereka.

Selain orang tua, beban keuangan pemerintah–pusat dan daerah–akan menjadi lebih ringan lewat sisetem ujian baru ini. Lewat cara baru, pemerintah hanya perlu menganggarkan dana untuk penyelenggaraan ujian tingkat SMA cukup sekali saja. Mereka tidak perlu lagi membuat anggaran tambahan buat SPMB. Biaya anggaran seperti pencetakan kertas soal, lembar jawaban, honor pengawas ujian, transportasi soal ujian akan mengalami penurunan drastis. Meskipun ini juga akan berakibat tidak baik bagi perusahaan percetakan yang akan mengalami penurunan omset besar. Tapi, ini dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar. Semoga.

Dari penjelasan di atas, kini menjadi jelas dan terang bahwa penyatuan UAN dengan SPMB akan memberikan tiga manfaat bagi setiap pihak yang terlibat–murid, orang tua, pemerintah. Kalapun ada pihak yang berkeberatan, pihak itu mestilah mereka yang rejekinya berkurang akibat sistem baru ujian masuk universitas. Mudah ditebak kal au mereka adalah perusahaan percetakan, makelar jawaban ujian, dan juga lembaga kursus bimbel. Akan tetapi, penyatuan kedua ujian diatas masih belum bisa mempengaruhi ujian mandiri yang diadakan oleh universitas negeri, seperti, SIMAK UI atau ujian masuk UGM. Huh, walaupun beban keuangan pemerintah berkurang, beban mental murid dan beban keuangan orang tua murid masih belum teratasi.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s