Sekolah & Kampus HARUS Ikut Campur dalam OSPEK

Silahkan protes, mencela, dan mecaci, alasan-alasan di bawah ini akan menjelaskannya:

 

Karena ospek dilakukan di lingkungan sekolah. Bukan cuma itu, barang-barang dan ruangan-ruangan milik sekolah pun juga dipakai untuk kegiatan ospek. Maka, lumrah saja bila sekolah ambil bagian dalam ospek. Seandainya terjadi sesuatu yang negatif–kecelakaan, kekerasan, kematian–dalam ospek, sekolah akan terkena dampaknya. Seandainya ada kejadian buruk dalam ospek dan pihak sekolah diminta bertanggung jawab, pihak yang pertama kali dimintai keterangan oleh orang tua murid atau polisi adalah kepala sekolah dan guru-guru, bukan panitia ospek. Ini tidak bisa dihindari karena meski kepala sekolah dan guru bukan panitia ospek, mereka dianggap sebagai pihak yang melakukan pengawasan untuk setiap hal yang terjadi dalam kegiatan ospek. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga dan dapat merugikan sekolah, Kepala Sekolah dan guru-guru HARUS terlibat.

 

Karena biaya ospek diambil dari anggaran sekolah. Atas alasan ini, wajar bila pihak sekolah ambil bagian dalam setiap aspek kegiatan ospek. Uang yang dipakai dalam ospek haruslah diawasi penggunaannya. Maka, sah saja bila sekolah melibatkan diri tanpa perlu disetujui OSIS atau panitia ospek. Siswa kelas 2 atau 3 yang menjadi panitia ospek tidak boleh protes karena uang ospek tidak cuma diambil dari iuran sekolah bulanan siswa lama tapi juga diambil dari uang masuk siswa baru, yang berasal dari kantung orang tua mereka yang sudah bekerja susah payah untuk menyekolahkan anak mereka. Tentunya, uang yang sudah dibayarkan orang tua murid ini haruslah sepadan dengan hasil yang diterima, bukannya menerima anak mereka dalam keranda jenazah. Selain itu, sekolah juga mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah yang berasal dari pajak yang datang dari potongan gaji bulanan orang tua murid baru.

 

Atas dasar kedua alasan di atas maka pihak sekolah HARUS dan WAJIB terlibat dalam ospek untuk memastikan bahwa ospek berjalan dengan baik dengan mengedepankan aspek pengembangan intelektualis dan kepribadian tanpa melecehkan harga diri seseorang. Kalau ada yang masih menolak alasan di atas, coba berikan argumen yang lebih baik daripada di atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s