Kopi dan Romansa

Wanita : Sayang, kenapa sih kamu selalu mengaduk kopi pelan-pelan? (sambil merajuk manja)

Pria : Ketika aku mengaduk kopi pelan-pelan, aku melihat wajahmu. Karena itu aku mengaduk kopi  pelan-pelan supaya aku bisa terus menikmati wajahmu.

Wanita : Oh begitu. Memangnya kenapa kalau kamu mengaduk kopi cepat-cepat?

Pria : Kalau aku mengaduk kopi cepat-cepat, aku melihat wajah bapakmu.

😄😄😄😄

Wanita : Iiiih, kamu kok mencandai bapaku sih. (cemberut, hidung mengerut, alis mata menyipit)

Pria : (tersenyum dan terdiam sesaat) Aku suka mengaduk kopi pelan supaya aku bisa menikmati aroma kopi hangat yang naik ke udara. Sama seperti saat kita berjalan berdua. Aku suka berjalan pelan-pelan di sisimu agar aku bisa menikmati aroma wangi tubuhmu, merasuk lembut ke hidungku, mendamaikan sukmaku. Aku suka mengaduk kopi pelan-pelan karena adukan pelan akan mencampurkan kopi dan gula dalam larutan sempurna. Seperti cinta kita, berjalan dengan pelan dan nantinya akan melarutkan dua hati dalam paduan rasa yang sempurna. Sebuah cita rasa yang cuma bisa dinikmati kita berdua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s