Ulasan Buku: The Little Prince

Lagi ulasan tentang buku yang sudah saya baca. The Little Prince pertama kali saya baca sewaktu di bangku kuliah, semester 6. Dosen mata kuliah “Introduction to Literature”, Pak Maneke, menjadikan novel itu sebagai bacaan wajib di kelas dan kami para muridnya bertugas membuat sebuah tulisan tentang bacaaan tersebut. Sewaktu membacanya pertama kali, beberapa halaman pertama terkesan kekanak-kanakan. Namun semakin jauh saya membaca, saya menemukan kesenangan tersendiri saat membacanya. Novella yang satu ini ternyata memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan kesederhanaan ceritanya.

Latar Belakang Novel
Novella ini ditulis oleh salah satu pilot yang merintis dunia penerbangan moderen. Namanya adalah Atoine de Saint-Exuperry. Meskipun terlahir dalam keluarga yang berkecukupan, Antoine sudah menggemari dunia petualangan semenjak kecil dan ketika dewasa ia memutuskan untuk menekuni karir sebagai seorang pilot. Dunia pilot yang ia geluti termasuk unik karena ia menjadi pilot pesawat pos yang bertugas di daerah sekitar benua Afrika. Selain terbang, Antoine juga memiliki jiwa seni yang ia tuangkan lewat kegiatan menulis puisi, cerita dan juga membuat sketsa.

The Little Prince adalah sebuah cerita yang ditulis Antoine saat ia tinggal di Amerika Serikat sebagai pengungsi saat dunia dilanda Perang Dunia II. Selain menulis sendiri ceritanya, Antoine juga menyertakan beberapa sketsa sebagai ilustrasi bukunya. Segera setelah penerbitannya, novella tersebut langsung menjadi terkenal dan mengangkat namanya dalam dunia sastra kontemporer. Cerita ini telah diterjemahkan kedalam 180 bahasa dan terjual sebanyak 80 juta salinan. Selain itu, cerita ini juga telah diadaptasi menjadi dua opera, sebuah filem musikal dan sebuah filem animasi.

Meskipun diterbitkan pertama kali di Amerika, naskah asli cerita ini ditulis Antoine dalam bahasa Perancis. Dua karakter utama dalam cerita ini adalah seorang pilot dan seorang mahluk asing dalam wujud anak kecil, Little Prince. Ceritanya sendiri mengambil tempat di suatu padang pasir di daerah Afrika. Walaupun ceritanya terkesan serius, Antoine mengatakan bahwa The Little Prince sama sekali tidak ditujukan pada pembaca dewasa melainkan pada pembaca kanak-kanak. Karena itu, bahasa Perancis yang ia pakaipun adalah bahasa Perancis yang sangat polos sesuai dengan kebiasaan bahasa yang dipakai oleh anak-anak Perancis. Sayangnya, nuansa polos ala dunia kanak-kanak hilang saat naskah aslinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, kalimat-kalimat dalam cerita menjadi terkesan dewasa.

Ringkasan
Garis besar dari cerita ini adalah pertemuan seorang tokoh pilot yang tengah terdampar di padang pasir Sahara dengan mahluk asing berwujud anak kecil yang berasal dari suatu planet, asteroid tepatnya, di sebuah galaksi nun jauh di sana. Sang pilot terdampar lantaran melakukan pendaratan darurat karena pesawatnya mengalami kerusakan mesin. Di saat ia tengah berpikir tentang cara untuk kembali ke pangkalannya, ia secara tiba-tiba bersua dengan seorang anak kecil di tengah padang pasir Sahara. Meskipun pada awalnya mengejutkan dan mengherankan, sang pilot dan si pangeran kecil dengan cepat menjalin suatu persahabatan yang unik lewat kegiatan dialog aktif di antara mereka. Lewat pertukaran cerita diantara mereka, sang pilot belajar bahwa si pangeran kecil ini sedang melakukan perjalanan antar planet untuk mempelajari kehidupan bumi dalam rangka memuaskan keingin tahuannya akan kehidupan di luar planet kecilnya.

Pendapat Pribadi
Novella karya Antoine adalah sebuah bentuk penghargaan terhadap kepolosan dan kesederhanaan dunia kanak-kanak. Secara terang-terangan, Antoine menunjukan keberpihakan pada anak-anak yang menurutnya memiliki daya khayal yang baik dan wawasan yang lebih luar biasa dalam memahami kehidupan. Hal ini terlihat ketika Antoine memulai ceritanya dengan kenangan masa kecilnya dimana dia menggambar seekor ular Boa yang menelan seekor gajah. Ketika ia menunjukan hasil gambarnya kepada orang dewasa, mereka justru mengira bahwa itu adalah gambar sebuah topi. Saat Antoine berkeras itu adalah gambar ular yang menelan seekor gajah, ia justru diminta untk menggambarnya ulang, memperlihatkan isi tubuh ular yang menelan seekor gajah. Hanya saja, Antoine justru dicemooh karena dianggap berkhayal terlalu jauh. Kehebatan daya khayal anak juga bisa dicermati ketika dalam perjumpaan pertamanya dengan pangeran kecil, Antoine diminta untuk menggambar seekor domba. Saat dia menggambar domba dalam wujud yang sesungguhnya, si pangeran kecil menolak hasilnya. Saat sketsa domba itu diulang berkali-kali dalam berbagai macam bentuk, sang pangeran masih tetap menolaknya. Lantaran sudah kehabisan gagasan, Antoine kemudian menggambar sebuah kotak persegi panjang lengkap dengna tiga lubang di sisi kiri dan kanannya. Kemudian dia mengatakan pada si pangeran bahwa domba yang diinginkannya ada di dalam kotak. Ajaibnya, sang pangeran kecil menyukai gambar domba tersebut (???).

Lewat novella ini pula, Antoine juga mengajak pembaca untuk menertawakan cara orang dewasa dalam memahami dan menjalani kehidupan mereka. Selain lewat contoh gambar ular boa yang menelan gajah dan gambar domba, si pengarang memberikan kisah tentang astronom Turki menemukan sebuah asteroid baru. Alkisah, seorang astronom Turki medapati sebuah asteroid baru dan mengumumukannya kepada khalayak ilmuwan internasional. Dalam pengumuman pertamanya itu, temuannya tidak diterima oleh para ilmuwan hanya karena ia tampil dengan baju tradisional Turki, lengkap dengan kopiahnya yang khas. Dalam kesempatan yang kedua, ia tampil lagi dengan pakaian jas resmi plus dasi kupu-kupa dan penemuan asteroidnya langsung mendapat penerimaan yang hangat. Jelas sekali, orang dewasa lebih menyukai hal-hal yang superficial, berada di permukaan, daripada rincian kecil yang justru lebih penting. Ini justru bertolak belakang pada anak kecil yang lebih tertarik pada rincian kecil dari keindahan sebuah rumah yang terdapat dari warna dindingnya, bentuk atapnya, atau ornamen penghias eksterior. Orang dewasa tidak memahami rincian kecil tersebut tapi malah lebih paham saat mereka diberitahu kalau harga rumah tersebut adalah ratusan ribu dolar. Dalam hal pekerjaan orang dewasa, Antoine menyindir kehidupan orang dewasa dalam bekerja seperti yang ditunjukan lewat perjumpaan pangeran kecil dengan beberapa tokoh cerita seperti sang Raja, ebuah pribadi yang sok berkuasa dan suka mengatur segala hal di sekitarnya, terdengar seperti orang tua kita ya. Kemudian adalagi sindiran terhadap kaum Pebisnis yang senang menganggap segala hal di sekitar mereka sebagai milik pribadi, simbol keserakahan. , Perkenalan dengan seorang Pemantik Lampu Penerangan memberikan pendidikan tentang ketekunan bekerja, sekaligus ketiadaan ambisi kehidupan, bagi sang pangeran kecil. Perjumpaan sang pangeran dengan seorang pria yang selalu mengangkat topinya setiap kali mendapat pujian menjadi sebuah ejekan terhadap kaum Narsistik, para pesohor (celebrity). Juga terdapat kritikan tajam (!) terhadap orang dewasa yang selalu serius, sang pangeran mencemooh orang-orang seperti ini tidak lebih daripada sebuah jamur. Ya betul. Dari semenjak kecil hingga besar, jamur tidak pernah mengalami perubahan bentuk, begitu-begitu saja. Coba bandingkan dengan tanaman lain seperti bunga.

Biarpun ini novella ini ditujukan kepada anak-anak, Antoine juga menyisipkan pengajaran tentang cinta lewat tokoh Pangeran Kecil. Pendidikan tentang cinta untuk anak kecil dilakukan oleh Antoine dengan cara menanamkan nilai penghargaan terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan namun memiliki makna atau pengaruh besar. Hal ini jelas terlihat dalam bagian saat pangeran kecil bercerita tentang planet kecil yang didiaminya. Dengan lihai, Antoine mengajarkan konsep kebersihan dan kerapihan sebagai bentuk penghargaan terhadap kehidupan dalam bentuk sang pangeran kecil membersihkan gunung vulkanik kecilnya (yang bilamana dibiarkan kotor akan berpotensi membuat ledakan yang menghancurkan planet kediamannya), gulma dan benih pohon Baobab (yang jika dibiarkan tumbuh liar akan mengambil semua lahan planet tempat tinggalnya, ini ditunjukan secara lucu oleh sketsa buatan Antoine di halaman 21). Konsep menjalin hubungan cinta dididik secara tidak langsung ketika pangeran kecil bertemu dengan seekor rubah dan dia meminta si pangeran untuk menjinakannya. Si rubah mengajar si pangeran untuk mengembangkan kesabaran, melakukan pendekatan dengan cara pengkondisian, dan melakukan ritual. Konsep cinta juga dijelaskan dalam bentuk hubungan sang pangeran kecil dengan setangkai bunga mawar, karena ditulis memiliki duri, yang tumbuh di planetnya. Setangkai bunga mawar tumbuh di planet si pangeran kecil dan keindahannya sangat memikat hati si pangeran kecil. Setiap permintaan dari bunga tersebut–disirami, diberi kubah kaca pelindung, tirai penghalang angin–harus dituruti oleh si pangeran. Pangeran kecil mula-mula menganggapnya sebagai hal yang menyenangkan namun lama kelamaan ia pun mulai jenuh dan bosan dengan permintaan-permintaan dari si bunga tersebut. Perlahan pangeran kecil merasa dirinya seperti diperbudak oleh si bunga mawar yang seolah-olah “menyihirnya” dengan keindahan dan aroma wangi yang dimilikinya. Ketika berada di bumilah, lewat pertemuan dengan seekor musang, pangeran kecil baru mendapatkan pelajaran yang sesungguhnya tentang cinta. Sang musang, lewat perkataan bijaknya, mengajarkan bahwa yang terlihat jelas oleh mata bukanlah inti dari hal tersebut, “…You can only see things clearly with your heart. What is essential is invisible to the eye.” Adalah waktu yang dicurahkan terhadap apa yang menarik perhatian kita yang membuat hal tersebut penting dalam kehidupan ini, “It is the time you have wasted on your rose that makes your rose so important.” Dan waktu yang dicurahkan sang pangeran terhadap mawar di planetnya yang membuat mawar tersebut istimewa dalam hidupnya dan berbeda dari ribuan bunga mawar yang ditemuinya di bumi. Sebuah pelajaran baik buat mereka yang sedang menjalin kasih dan orang tua yang sedang membesarkan anak.

Kesimpulan
Masih banyak lagi kebijakan hidup yang terdapat dalam novella ini dan membacanya adalah cara terbaik untuk mengetahui sisanya. Sungguh luar biasa ketika saya mengetahui novella ini ditulis oleh seorang pilot, sama sekali di luar dugaan. Lagipula, Antoine memiliki cara yang puitis dalam meyederhanakan kehidupan orang dewasa bagi anak kecil. Meskipun bacaan ini aslinya ditujukan bagi anak-anak, bacaan ini juga sangat saya rekomendasikan bagi orang tua atau mereka yang baru menjadi orang tua. Seandainya saja ada versi buku bergambar, seperti buku dongeng atau komik, dalam bahasa Indonesia, The Little Prince bisa menjadi bacaan wajib untuk anak-anak sekolah dasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s