Ulasan Buku: To Kill A Mocking Bird

Perkenalan

Inilah sebuah novel yang terbit tahun 60’an di AS dan dalam waktu singkat menjadi sebuah karya klasik dalam kategori sastra kontemporer Amerika Serikat (AS). Novel ini ditulis oleh seorang pengarang wanita bernama Harper Lee yang juga berteman akrab dengan Truman Capote, salah satu novelis terkenal AS. Novel ini bercerita tentang sebuah sisi kehidupan dari kaum kulit putih yang tinggal di sebuah kota kecil fiktif di daerah selatan Amerika Serikat.

Karakter Utama

Tokoh-tokoh utama dalam cerita ini adalah Jean Louis “Scout” Finch, adik perempuan dari Jem Finch. Mereka berdua dibesarkan seorang diri oleh Atticus Finch yang melakukan praktek hukum sebagai pengacara yang bertugas di kota kecil tua yang bernama Maycomb County. Tokoh penting lainnya di dalam keluarga Finch adalah Calpurnia, seorang pembantu berkulit hitam yang bekerja seharian untuk mengurusi rumah dan mengasuh anak Atticus. Meskipun begitu, seluruh kisah dalam novel ini dimulai dari sudut pandang Scout seorang.

Ringkasan Cerita

Cerita dalam novel ini secara umum berkisah mengenai nilai kehidupan yang dianut oleh kaum kulit putih yang tinggal di bagian selatan Amerika Serikat sebagaimana yang disaksikan dari mata seorang Scout Finch. Pelajaran tentang nilai hidup ini dimulai dengan asal-usul keluarga Finch mulai dari kakek hingga generasi Atticus. Kemudian diikuti oleh pelajaran yang didapat kedua bersaudara Finch, Scout dan Jem, tentang tetangga mereka yang misterius, keluarga Radley, dimana para anggota keluarga ini jarang keluar dari rumah kecuali kepala keluarganya, Mr. Radley. Hal ini disusul lagi dengan pelajaran tentang keluarga Cunninghams yang tidak pernah mau menerima pemberian uang dari orang lain, keluarga Ewells yang berantakan dan tidak teratur, dan kaum negro yang mencari penghidupan dengan menjadi buruh tani di perkebunan kapas milik petani kulit putih. Dalam usahanya mempelajari nilai-nilai hidup, Scout banyak meminta pendapat dari ayahnya yang dianggapnya lebih memahami masyarakat di Maycomb County serta menggunakan nalarnya sendiri dalam memahami hal-hal yang dilihatnya. Dalam hal ini Scout mendapat nasihat dari ayahnya tentang bagaimana cara memahami sikap atau motif perbuatan seseorang dengan menempatkan diri pada posisi orang yang ingin kita pahami, “you never really understand a person until you consider things from his point of view — until you climb around in his skin and walk around in it.”

Harper Lee nampaknya sengajar membangun cerita dengan tempo yang lambat di bagian awal dan baru memperkenalkan masalah yang sesungguhnya di bagian tengah novel. Bab-bab awal cerita lebih banyak dihabiskan untuk memperkenalkan pembaca pada karakter-karakter pendukung cerita agar dapat muncul sebuah pemahaman yang baik tentang kepribadian orang-orang yang tinggal di Maycomb County. Isu rasial yang menjadi pusat masalah dalam cerita ini dikenalkan sedikit demi sedikti dan agak samar sebelum akhirnya menjadi jelas di pertengahan cerita.

Tema utama yang muncul di bagian tengah novel ini adalah perjuangan antara prinsip keadilan yang tidak berat sebelah, kehormatan (honor), dan perilaku terpuji (conduct)  melawan prasangka negatif tentang rasisme yang didasarkan pada streotipe negatif. Sebagai pengacara, Atticus lebih banyak melakukan praktek hukum perdata daripada pidana. Namun, pada satu hari ia ditugaskan oleh hakim setempat untuk membela seorang negro bernama Tom Robinson yang dituduh melakukan usaha pemerkosaan pada Mayela Ewell. Atticus keberatan namun ia sadar ia ditunjuk karena sebagai pengacara ia telah dikenal sebagai orang yang selalu bersandar pada fakta dan tidak mau tunduk pada prasangka pribadi. Perjuangan pembelaan Tom menjadi berat karena Atticus sebagai seorang kulit putih dianggap mengkhianati kaum kulit putih dengan membela seorang buruh kulit hitam. Meskipun ada beberapa penduduk Maycomb yang membela sikap Atticus, mayoritas tetap menganggap Tom tidak perlu dibela dan harus dihukum mati. Untunglah Atticus tidak berjuang sendirian karena hakim kota, sherif lokal, dan penerbit surat kabar setempat tetap berdiri di samping untuk mendukungnya. Dalam pengadilan, Atticus menunjukkan fakta bahwa Tom tidak dapat melakukan tindak pemerkosaan seperti yang dituduhkan atas alasan cacat fisik yang dimilikinya dan tangannya yang kidal. Sebaliknya, Atticus mengungkapkan kecurigaan bahwa Tom justru dirayu oleh Mayella untuk melakukan hubungan intim. Namun hal ini gagal karena suaminya, Bob Ewell, memergoki perbuatan tersebut. Mayella kemudian mengarang cerita untuk melindungi kehormatannya dan memilih mengorbankan Tom Robinson. Pada akhirnya Atticus kalah karena juri memutuskan Tom tetap bersalah meskipun fakta-fakta menunjukan sebaliknya. Biarpun begitu, Tom tidak dihukum gantung (lynch) namun dipenjara dan melakukan kerja paksa.

Biarpun Tom telah dihukum walaupun bukti-bukti yang ada tidak mendukungnya, Atticus masih harus menghadapi perjuangan lain. Bob yang malu dan marah atas keberanian Atticus dalam mengungkapkan asumsi mengenai kejadian sesungguhnya memutuskan untuk membalas dendam. Ini dimulai dengan meludahi Atticus di depan umum, melakukan pendobrakan paksa di rumah hakim yang memimpin persidangan, dan berpuncak pada usaha pembunuhan terhadap Scout dan Jem Finch pada malam hari.

Pendapat Pribadi

Meskipun pendapat umum mengatakan novel ini bercerita mengenai perjuangan melawan rasisme di daerah selatan AS, Harper Lee mengatakan bahwa novel ini sebetulnya bertema cinta, seperti yang tercetak di sampul belakang novel. Membingungkan memang. Biarpun begitu, selain cinta, kehormatan, perilaku, serta sikap menghargai orang lain juga menjadi warna lain dari cerita ini. Ini ditunjukan lewat sikap tegas Atticus pada Scout, Jem dan Dill untuk tidak mengolok-olok keluarga Radley dan menghargai mereka terlepas dengan keanehan yang ditunjukan. Atticus juga mengajarkan sikap manusia terhormat untuk tidak mudah terpancing emosi hanya karena ejekan atau perkataan seseorang yang negatif. Ini terlihat dalam adegan dimana Scout diejek temannya di sekolah dan anak bibinya karena memiliki ayah yang menggemari orang Negro, Nigger lover. Atticus meminta Scout untuk tetap tenang dan menahan tangannya agar tetap di bawah, “…to keep your head up dan your hand down.” Conduct juga dianjurkan pada Scout dengan cara menghormati orang tua yang berbicara kepadanya dan tidak langsung mendebat pendapat seseorang sebelum benar-benar memahaminya. Yang paling penting lagi, Scout belajar untuk memahami sikap dan pendapat orang dengan cara meletakan diri pada posisi orang tersebut sebelum mempertanyakannya.

Sejak pemunculannya telah terjual sebanyak jutaan salinan dan menjadi bahan diskusi bacaan sastra di sekolah dan universitas. Menurut penulisnya novel ini adalah sebuah novel cinta. Setelah membacanya, saya masih bingung apakah novel ini seperti yang dikatakan oleh pengarangnya. Akan tetapi, setelah memikirkannya berkali-kali saya setuju dengan pendapat Lee. Novel ini bertema cinta karena nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita–menghargai perbedaan gaya hidup, kehormatan, sikap dan perilaku, kemanusiaan. Novel ini sudah diangkat ke layar lebar pada tahun 60’an dan memberikan Oscar bagi filem terbaik, aktor dan aktris terbaik. Meskipun begitu, di beberapa daerah kecil di selatan Amerika Serikat, novel ini masih dilarang beredar. Tokoh Atticus dalam cerita ini menjadi figur panutan bagi para pengacara di AS. Bahkan sebuah asosiasi pengacara mendirikan monumen khusus untuk menghormatinya.

Bagi Anda yang menyukai bacaan yang mengandung nilai moral, keadilan, dan kehormata, novel ini termasuk peringkat atas dalam rekomendasi saya. Untuk yang menggemari bidang hukum, novel ini bisa menjadi pembanding bagi novel-novel karangan John Grisham. Selamat membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s