Trend Motor Kelas Kecil

Motor kelas kecil menjadi trend dengan munculnya banyak merek seperti CBR 250 (populer di AS dan Inggris), Ninja 250, Hyosung 250, dan Duke 250 (KTM). Padahal kelas 600 cc merajai penjualan di tahun 2000-2006 karena orang lebih suka mesin kecil yang mudah perawatannya. Akan tetapi, kondisi perekonomian yang lesu membuat banyak konsume berpikir ulang tentang kepemilikan sepeda motor atas dasar harga, konsumsi bensin, dan asuransi.

Sinyal lesunya penjualan di kelas menengah langsung ditangkap oleh perusahaan motor sehingga mereka kembali lagi ke kelas kecil (pocket bike) dengan produk yang sudah disebut di atas. Meski terkesan aneh, namun orang barat memiliki rasionalitas tersendiri untuk motor kelas kecil. Bagi mereka, motor ini bukan hanya layak untuk pengendara pemula tetapi lebih ekonomis dalam hal pembiayaan: asuransi dan konsumsi bensin. Maka, perusahaan motor tinggal menyesuaikan produk mereka agar dapat memenuhi keinginan konsumen sambil tetap juga harus menjaga mutu dan kinerja dari produk mereka.

Apakah hal ini juga terjadi di Indonesia? Sepertinya konsumen di Indonesia juga menyambut hangat keberadaan motor kelas kecil karena pasar otomotif di sini masih merasa belum mampu menjangkau harga superbike menengah yang terlalu tinggi. Keberadaan motor kelas 250 cc memberikan ruang bagi konsumen untuk mewujudkan impian memiliki motor superbike mini dengan harga terjangkau.

Sumber Cycle World: Back to Basics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s