Kelas Dalam Kenangan: Bagian 2

Elementary 2, Sabtu, Term Something (2005)
Tidak sedikit guru yang mengeluh pada saat mendapatkan kelas tingkatan ini. Biarpun begitu, kelas ini termasuk yang paling menyenangkan bagi saya. Keistimewaan kelas ini ada pada semangat murid-muridnya yang baik pada setiap pertemuannya. Dari segi prestasi belajar, semua murid adalah rata-rata. Akan tetapi, energi positif yang terpancar dari diri setiap murid membuat kegiatan mengajar belajar berjalan baik dan menyenangkan. Mengajar topik yang sulit sekalipun tidak menemui hambatan yang berarti di kelas ini.

Ada murid wanita yang cantik? Tidak ada. Ya, betul-betul tidak ada yang istimewa. Biarpun begitu, jalinan hubungan baik yang ada diantara saya dan para murid membuat saya tidak pernah malas untuk datang mengajar karena keceriaan dan keriangan yang bisa saya dapatkan dari mereka. Murid-murid di kelas ini mudah diajak bercanda, Bahkan, mereka sendiri sering bercanda dengan sesama mereka, tentunya dalam suasana yang sehat. Tokoh utama yang paling saya ingat di kelas ini adalah Joy dan Echa Gwen, keduanya dari SMU PSKD Depok. Mereka bisa disebut sebagai motor dinamo kelas ini. Tanpa kehadiran mereka berdua, kelas menjadi terasa sepi. Ada pula enam murid lainnya, saya lupa nama mereka, yang juga menyenangkan dalam melakukan interaksi di dalam kelas. Meski saya sempat kecewa ketika berpisah dengan mereka, saya kembali lagi mendapatkan kesempatan untuk mengajar di kelas yang sama pada tingkat Elementary 3.

FSC 5 dan 6, Selasa-Kamis, Term Something (2005)
Ini adalah kelas paling GILA. GILA karena murid-muridnya aktif dan konyol dan mereka mendapat guru yang juga tidak ortodoks dalam mengajar. Keselarasan pribadi dari murid dan guru menciptakan kelas yang dinamis dan tidak pernah sepi. Bisa dibilang bila saya dan murid-murid dapat berinteraksi bagus dalam setiap pertemuannya. Selain kegiatan belajar yang dianamis dan hidup, murid serta saya juga biasa bertukar ledekan dalam batasan yang sehat. Saya yakin bahwa murid-murid di kelas ini pasti kaget mengetahui keberadaan guru seperti saya.

Murid yang cantik yah cuma Charity. Ini pun kami baru bertemu di FSC 6. Dari segi prestasi belajar, murid-murid di kelas ini bisa dibilang rata-rata, hanya segelintir saja yang pandai. Tapi, saat terakhir saya di kelas ini kurang saya sukai karena tingkah laku seorang murid yang terlalu berlebihan dan tidak sopan. Bagusnya, itu baru terjadi di hari-hari terakhir saja.

Elementary 3, Senin-Rabu, Term Something (2006)
Ini juga kelas yang mudah untuk diajar dari hari pertama. Muridnya beragam, anak sekolah hingga pegawai kantor, dan mudah sekali bagi saya untuk melakukan interaksi dengan mereka. Mengapa mudah? Biarpun kinerja mereka di kelas termasuk biasa-biasa saja, saya tidak mengalami kesulitan dalam membangun komunikasi yang baik dengan setiap individu di dalam kelas ini. Berkat hubungan yang baik, jumlah murid yang banyak (20 orang lebih) tidak memberikan hambatan dalam pengalaman saya mengajar mereka.

Tokoh-tokoh utama yang masih saya ingat di kelas ini adalah Boogie dan Adi. Ada juga yang lainnya, tapi hanya dua nama di atas saja yang saya ingat, mungkin karena mereka pernah saya ajar dua kali. Mereka berdua adalah pribadi-pribadi yang ramah dan menyenangkan. Boogie membuat kelas hidup dengan pembawaannya yang gaul serta Adi bisa membangkitkan tawa temannya lewat celetukannya yang khas tanpa membuat siapapun tersinggung. Murid perempuan yang cantik juga ada beberapa. Sayangnya, selain kecantikan, mereka tidak memiliki keistimewaan yang lain seperti cerdas ataupun pandai. Karena itu, saya tidak terlalu mengingat mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s