Kelas Dalam Kenangan: Bagian 3

Elementary 2, Senin-Rabu malam, Term something (2006)
Kelas ini tadinya bukan kelas saya. Saya mendapatkan kesempatan mengajar di kelas ini lantaran ada sang guru kelas, rekan kerja saya, melepaskannya karena memiliki kesibukan kerja di tempat lain. Ketika dia menawarkannya pada saya, saya langsung menjawab ya tanpa memikirkan tipe murid yang akan saya hadapi nantinya.

Mengapa kelas ini istimewa? Karena di kelas ini terjadi reaksi kimiawi yang SEMPURNA antara murid-muridnya dan guru kelas mereka yang baru, saya sendiri. Murid-murid di kelas ini sekilas terlihat baik, ramah dan penurut. Tapi, jauh di dalamnya, mereka adalah pribadi-pribadi yang konyol dan gila-gilaan. Begitu mereka mendapat guru dengan kepribadian yang aneh seperti saya, terjadilah reaksi kimia berantai yang luar biasa. This is one hell of a class,🙂 Cara mengajar saya yang tidak orthodoks juga cocok sekali dengan karakter kelas ini. Jadi, biarpun saya mengajar kelas ini di malam hari, jam 7 hingga 9 malam, saya justru merasa segar bugar setiap kali selesai mengajar.

Tokoh utama di kelas ini terbagi dua, murid laki-laki yang pandai tapi konyol, seperti Bagus, serta murid perempuan yang biasa saja tapi bawel seperti Lucy dan Gokvina. Tak seorangpun di kelas ini yang mengecewakan saya pada saat itu lantaran mereka, biarpun ramai, adalah murid yang bersemangat dan mudah dikelola dengan baik. Hari terakhir bersama mereka, meskipun mengecewakan, masih bisa saya lalui dengan riang gembira bersama murid-murid di kelas ini.

Intermediate 2, Senin-Rabu, Term Something (2006).
Secara umum, kelas ini seperti kelas El-2 saya yang di atas tapi dengan beberapa keunikan. Inilah pertama kalinya saya mengajar kelas yang populasi murid pria lebih banyak dari murid wanita. Jika saya tidak salah ingat, murid wanita hanya ada lima orang. Sisanya, murid pria. Bedanya, kepandaian murid-muridnya di atas rata-rata, baik murid laki-laki dan perempuan. Uniknya, kepandaian dalam prestasi belajar tidak membuat murid-murid ini pendiam. Mereka sendiri juga memiliki kepribadian yang konyol juga rupanya. Dan, sekali lagi terjadi reaksi kimiawi berantai di antara kami yang memberikan sumbangan banyak bagi perkembangan kegiatan mengajar belajar selama durasi tiga bulan di tahun 2007. Mengajar di kelas ini tidak sulit karena murid-muridnya sendiri termasuk pandai. Menjalin hubungan akrab dengan mereka pun juga tidak susah karena kami sudah memiliki beberpa kesamaan sifat.

Di kelas yang satu ini, saya kembali lagi bersua dengan Adi dan Boogie. Sifat mereka di kelas ini masih sama dengan ketika kami pertama kali bertemu di El-3. Selain mereka berdua, saya masih ingat dengan Bagus, tidak ada hubungan dengan Bagus di El 2, yang merupakan murid paling rajin, tidak pernah bolos, dan paling pandai, nilainya selalu di atas 4. Ada pula Jiwo yang gemuk dan pandai serta Alfons, murid laki-laki paling nyentrik lantaran selalu datang ke kelas dengan mengenakan warna pakaian yang sama (kaus Pink dan celana hitam). Untuk murid perempuan, di sini juga saya berkenalan dengan Indah yang secara keturunan Batak tapi dari segi fisik malah terlihat nJowo. Nantinya, saya belajar kalau Indah memiliki adik yang juga ikut kursus di LIA-Depok. Ini adalah kelas yang terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s