Sebuah variasi untuk karya William Ernest Henley.

 

Dalam gulita yang mengelilingiku dari sudut ke sudut

Aku bersyukur pada Tuhan yang menganugrahi

api yang tidak pernah padam dalam jiwaku

 

Beban yang menggelayuti bahuku tidak menghentikan lajuku.

Kemurkaan yang menjulang di depanku tidak menggentarkanku.

Dalam kesedihan dan keputusasaan, harapanku terus melambung.

Meski terhimpit dalam batu karang,

kepalaku berbalut darah namun tak tertunduk

 

Dalam kepungan gemuruh tebing runtuh

ataupun gemerisik bambu yang memekakan telinga,

Kilat cahaya yang menyilaukanku, 

Gunung-gunung dapat mengelilingiku, tetap aku tidak akan kehilangan arah.

 

Tidak peduli akan jalan terjal di hadapanku

ataupun terjangan badai yang menantiku

Aku penentu nasibku, nahkoda jiwaku.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s