Ulasan Album: Starlit Carousel

Pertama kali saya mendengar nama Frau adalah ketika saya menonton acara Kick Andy di Metro TV. Pada waktu itu, bung Andy mengangkat topik musisi/band mandiri (Indie) di Indonesia. Salah satu artis yang menjadi bintang tamu adalah Frau sendiri.

 

Selesai menonton acara tersebut, saya mulai mencari-cari informasi tentangnya di internet. Namun, karena saya tidak tahu harus memulai dari mana, pencarian saya sering menemui jalan buntu. Setelah beberapa lama, barulah pada hari Minggu ini saya menemukan laman yang membahas khusus tentang musisi masa kini Indonesia.

 

Dari yang telah saya dengar, Frau adalah seorang piano solois yang telah membuat beberapa komposisi dengan lirik yang dinyanyikannya sendiri. Kini, setelah saya mengunduh komposisi buatannya dan mendengarkannya sendiri, saya berpendapat bilamana musisi Indie yang satu ini memiliki karya musik unik dan berat.

 

Musik Frau berat dan unik karena komposisi yang diusungnya menyerupai karya eksperimental. Saya mengambil kesimpulan ini dari gaya permainan pianonya yang, menurut saya, termasuk mahir. Melodi yang dimainkannya termasuk tidak lazim dan seperti penjelajahan ketrampilan permainan pianonya. Bahkan, solo pianonya mendapat porsi lebih banyak daripada bagian dimana ia bernyanyi. Kalau Anda termasuk penggemar musik yang tidak berlatar belakang musik klasik, saya yakin Anda akan mengerutkan dahi saat mendengar karya-karya Frau pertama kalinya. Apalagi jika Anda belum pernah terpapar dengan irama musik progresif. Nomor pertama “I Am a Sir” langsung akan menghentak Anda dengan melodinya yang naik turun. Nomor “Rat and Cat” akan lebih mengherankan telinga Anda, ekspresif dan eksperimental. Lagu terakhir “Glow” masih termasuk umum dan mudah diterima.

 

Lirik lagu karya Frau termasuk puitis dan tajam, diwarnai dengan keterus terangan. Contohnya lagu I Am a Sir, “I’ll dress up as a sir, stick on a mustache, a beard … The world would bloom as they shout out my name…The skies will cheer for my life…And I’d be quite a legend for the next hundred years.” yang menunjukan impiannya untuk menjadi seorang pria. Adapula lirik tentang kematian seperti yang tersua di Glow, “Hold me, you shall never see me. Blankets will not hesitate me. Flowers shan’t even wake. Kiss me, ’tis the last time you may see me. ‘Tis the last time light shall harm me … Burned me, tear my skin off and leave me…” Sedangkan nomor Rat and Cat menggambarkan suasana saling membenci namun sebenarnya saling membutuhkan.

 

Hanya saja, ada dua kelemahan dari Frau di album pertamanya ini. Pertama, ia belum lagi menunjukan warna musik yang sebenarnya, belum ada identitas. Meskipun bisa dikatakan bagus, saya masih merasa dia sedang dalam proses pencarian warna musik-nya yang ideal. Kebimbangan identitas ini juga terasa dari masih belum jelasnya tujuan ia sebagai musisi, apakah ingin menunjukan kemampuannya bernyanyi atau kemampuannya bermain piano. Tidak ada komposisi instrumental di albumnya ini, namun solo piano disetiap karyanya terdengar kepanjangan. Lebih baik jika ia membuat satu nomor yang sepenuhnya instrumental dan lainnya untuk menyanyi. Kelemahan kedua, lagu-lagunya masih terdengar agak egois, dibuat dan dinyanyikan untuk dirinya sendiri. Jika ia ingin membaginya dengan khalayak umum, saya pikir ia perlu juga menulis lirik dan menciptakan melodi yang nyaman di telinga kebanyakan orang. Seperti yang diuraikan sebelumnya, nomor ciptaanya akan terdengar berat bagi mereka yang belum terbiasa dengan genre musik klasik ataupuan progresif.

 

Di album “Starlit Carousel”, terdapat enam karya Frau. Kesemuanya adalah nyanyian solo dengan iringan piano yang dimainkannya sendiri, kecuali nomor Sepasang Kasih Bercinta di Luar Angkasayang dinyanyikan berduet dengan Ugoran Prasad dan Cat and Rat bersama Wok The Rock. Sebagian besar karyanya adalah lagu dalam lirik bahasa Inggris. Satu lagi karya anak Yogya untuk Indonesia. Bravo,🙂

 

One response to “Ulasan Album: Starlit Carousel

  1. Pingback: Dunia Blog Indonesia – Bacaan Minggu Ini | My Digital Life Arena·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s