Tata Krama Parkir Sepeda Motor

 

Sepeda-motor

 

Pernahkan Anda kesal ketika Anda hendak parkir sepeda motor namun mengalami kesulitan karena posisi parkir kendaraan yang tidak teratur? Seringkah Anda kesal ketika kesulitan mengeluarkan sepeda motor dari tempat parkir? Berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, berikut saya bagikan butir-butir tata krama parkir sepeda motor yang saya yakini berfaedah bagi semua pengendara sepeda motor. 

 

  1. Parkirlah dengan standar tengah. Alasannya, parkir standar tengah menghemat ruang parkir. Dengan menggunakan standar tengah, Anda memberikan keleluasaan bagi pengendara lain dan tidak meyulitkan siapapun yang akan parkir di sebelah Anda. Parkir dengan standar samping adalah sikap EGOIS karena menyita banyak lahan parkir. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri! Anda akan lihat motor yang parkir dengan standar samping mengambil jatah lahan parkir 2 sepeda motor. Lagipula, standar tengah menguntungkan karena distribusi bobot sepeda motor terbagi rata, tidak berat sebelah. Saya tahu parkir dengan standar tengah tidak mudah bagi beberapa orang, tapi kalau Anda sering berlatih, nicaya Anda mampu melakukannya tanpa harus mengerahkan banyak tenaga. Jadi, selama masih memungkinkan, parkirlah dengan standar tengah.
  2. Parkir mundur. Banyak orang yang tidak mau repot kala parkir sehingga lebih suka parkir dengan posisi buritan sepeda motor menghadap belakang. Padahal, posisi ini cuma enak pas parkir tapi repot ketika Anda hendak keluar karena Anda harus mendorong mundur kendaraan sebelum bisa melaju pergi. Parkir mundur hanya repot di awal. Sementara kita Anda keluar, Anda akan mengalami kemudahan karena posisi haluan sepeda motor sudah menghadap keluar sehingga Anda tinggal melaju.
  3. LIPAT pijakan kaki pembonceng. Sering kali saya mengalami kesulitan memarkir sepeda motor di sebelah sepeda motor yang pijakan kaki pembonceng terbuka. Dengan ruang parkir yang sempit, pijakan kaki pembonceng yang terbuka membuat saya sulit untuk menyelipkan badan saat harus memarkir sepeda motor di tengah dua sepeda motor. Selain merepotkan, pijakan kaki yang terbuka membuat celana terdang tersangkut atau kaki tergores, menambah kerepotan lagi, dan juga membuat sepeda motor sulit dikeluarkan. Seandainya saya memaksa, resiko yang timbul adalah jatuhnya sepeda motor di sebelah saya. Saya yakin pasti para pembaca punya pengalaman seperti ini di tempat parkir sepeda motor. Jadi, berpikirlah tentang kepentingan orang lain, JANGAN hanya memikirkan diri sendiri.
  4. TARUH helem di atas jok sepeda motor. Sama seperti di atas, menaruh helem di sisi jok membuat pengedara sepeda motor yang hendak parkir/keluar dari parkir mengalami kerepotan. Keberadaan satu helem, terkadang dua, di sisi jok membuat lahan parkir untuk sebuah sepeda motor menjadi menyusut sehingga pengedara sepeda motor disebelahnya mengalami kesulitan manuver saat hendak parkir/keluar dari tempat parkir. Justru lebih baik helem diikat di atas jok karena lebih aman: terhindar dari cacat akibat tergorek sepeda motor di sebelahnya atau jatuh lantaran tidak sengajar tersenggola pengendara yang parkir di sebelahnya. Mengikat helem di sisi jok hanyalah ideal kala parkir di halaman rumah sendiri, BUKAN di tempat parkir umum.
  5. Parkirlah teratur. Kalau Anda baru sampai di tempat parkir, lihatlah posisi parkir sepeda motor yang sudah ada. Ikutilah pola parkir kendaraan di sebelah kiri dan kanan Anda agar kendaraan Anda yang diparkir tidak menyulitkan pemilik kendaraan di sebelah ketika dia akan keluar. 

 

Jadi itulah tata krama parkir sepeda motor berdasarkan pengalaman saya selama ini. Kalau Anda ingin menambahkan yang lain, saya persilahkan. Kalau Anda bertanya, “Lantas bagaimana kalau sepeda motor yang sudah parkir tidak mengikuti butir-butir tata krama di atas?” Jawabannya: Terserah Anda. Apakah Anda akan ikut egois dengan parkir menggunakan standar samping, mengikat helem di sisi jok, atau membiarkan pijakan kaki pembonceng terbuka sehingga merepotkan bahkan melukai pengendara yang ada di sebelah Anda? Yang pasti, kalau Anda tahu suatu tindakan adalah salah, janganlah Anda mengikutinya. Ingat, pertumbuhan pengguna sepeda motor tidak diikuti dengan perkembangan pesat lahan parkir. Mengingat lahan parkir sepeda motor yang tersedia menyempit, sebaiknya kita tidak merepotkan pengguna  sepeda motor lain dengan ulah mau enaknya sendiri saat parkir.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s