Di Balik Isu Kenaikan Harga BBM

Belakangan ini media massa sibuk memberitakan rencana pemerintah dalam hal menaikkan harga jual BBM dalam negeri. Orang-orang awam juga ikut memperbincangkannya dan mulai berbelanja BBM mumpung harga jual masih murah (tidak sedikit pula yang berusaha menimbunnya). Produsen barang-barang kebutuhan sudah mulai pasang kuda-kuda dengan menaikan harga jual di toko dan pasar secara perlahan. Semenjak pemilu dan pilpres terakhir, rumor naiknya harga BBM selalu santer terdengar setiap tahunnya, biasanya rumor ini selalu muncul di antara kwartal pertama dan kedua (Maret-April). Lucunya, selama 2 tahun gosip ini tidak pernah terwujud dan tidak bisa dipastikan apakah tahun 2012 kenaikan BBM akan terlaksana atau tidak. Setelah melakukan renungan pribadi, saya malah menyangka rencana kenaikan BBM adalah skema besar untuk meningkatkan keuntungan sekelompok usaha yang penjualannya lesu di awal tahun.🙂

Dari sudut pandang pribadi, isu kenaikan harga BBM sengaja dihembuskan untuk mendongkrak penjualan Pertamina. Alasannya sederhana, dengan adanya isu kenaikan BBM dan gencarnya pemberitaan di media massa, rakyat biasa yang memilki kendaraan otomotif akan terpacu untuk membeli BBM lebih sering daripada biasannya. Seandainya, seorang pengendara sepeda motor biasanya mengisi bensin 3 kali sepekan, isu kenaikan BBM membuat ia, mungkin, mengisi bensin 5 kali sepekan (meskipun bensin yang dia beli cuma 1 liter doang). Tentunya, meningkatkan kebiasaan beli bensin adalah upaya antisipasi terhadap kenaikan harga BBM. Siapa yang bisa meramalkan apakah pengumuman kenaikan BBM disiarkan malam ini, besok malam, atau malam lusa? Bayangkan bila ada 1 juta pengendara seperti illustrasi tersebut yang melakukan hal yang sama (kalikan 4 minggu), Pertamina pasti untung besar sekali karena penjualan BBM dalam negeri meningkat tajam. Laporan keuangan kwartal 1 tahun 2012 memang belum keluar, namun berita tentang antrian panjang pembelian BBM di beberapa daerah sudah cukup memberikan gambaran seperti apa keuntungan finansial yang didulang oleh BUMN migas Indonesia dalam kurun waktu 2 bulan saja. Pun jikalau kenaikan harga BBM tidak jadi dilakukan, Pertamina tetap untung besar berkat rush yang telah terjadi. Kalau keuntungan meningkat, laporan keungan pun mengkilap, nilai saham naik, dan rakyat dapat apa ya?

Selain Pertamina, gonjang ganjing kenaikan harga BBM juga memberikan keuntungan bagi industri perdagangan. Sudah menjadi kelaziman bila kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Jadi, sebelum harga dinaikan, masyarakat berondong-bondong meningkatkan belanja mereka sebagai antisipasi kenaikan harga. Tak heranlah jika belakangan ini teman-teman kita membeli beras, gula pasir, minyak goreng, kecap, saus, rokok, kaus kaki, sabun, sampo, dll selagi harga belum naik. Jika biasanya sebuah keluarga membeli bahan kebutuhan pokok untuk jatah sebulan, berita kenaikan harga yang sedang digoreng hangat di media mendorang keluarga tersebut meningkatkan belanja bahan kebutuhan pokok untuk 3 bulan, padahal sebulan belum tentu semuanya habis. Yang untung jelas produsen beras, kecap, minyak goreng, saus, dan . . . tentu saja supermarket serta pasar. Tidak cukup beli bahan kebutuhan pokok, penjualan pakaian dalam pun meningkat. Mumpung harga kolor belum naik, belilah kolor sekarang juga (jangan tunggu karetnya melar dulu). Pengelola supermarket serta pasar jelas untung besar karena ada peningkatan penjualan dalam kurun waktu 2 bulan. Yang omzet pendapatannya juga meningkat di bulan Maret dan April ini adalah pengelola parkir/tukang parkir😀

Bisnis layanan jasa juga mengalami perolehan laba yang meningkat cukup baik berkat isu kenaikan BBM. Sebagai contoh, dokter-dokter mulai sering dikunjungi pasien untuk pemeriksaan medis, mumpung tarif konsultasi belum naik. Bengkel mobil dan motor juga mulai dikunjungi pemilik kendaraan yang servis rutin atau ganti suku cadang, selagi masih pakai tarif lama. Salon dan tukang pangkas rambut juga lebih sering dikunjungi konsumen. Ahli ramal juga dapat rezeki untuk konsultasi tentang masa depan sesudah kenaikan BBM. Bahkan panti pijat pun mencetak untung lebih besar dari biasanya.

Ya itulah uraian saya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kenaikan BBM. Tentu saja, uraian di atas adalah asumsi saya sendiri. Benar tidaknya, cuma Tuhan yang tahu. Apakah masyarakat rugi dengan memperbanyak anggaran belanja di bulan Maret ini? Tidak juga. Seandainya harga BBM naik, masyarakat yang sudah memperbanyak bahan kebutuhan pokok di rumah masih mendapatkan selisih keuntungan dari harga lama. Mengganti suku cadang kendaraan sebelum BBM juga memberikan faedah baik kepada pemilik kendaraan pribadi. Melakukan pemeriksaan kesehatan dengan tarif lama juga bermanfaat karena Anda tahu kondisi kesehatan Anda terkini. Seandainya ada gangguan, setidaknya Anda bisa beli obat dengan harga lama kan?🙂 Kalau ada pendapat lain, silahkan tulis di kolom komentar,🙂

One response to “Di Balik Isu Kenaikan Harga BBM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s