Fast & Furious 6: Hilangnya Jiwa Balap

Kemarin gue menonton Fast & Furious 6 setelah menunggu waktu yang tepat selama 2 pekan. Sakit yang mendera diri gue membuat rencana menonton F&F 6 tertunda lama. Untunglah, gue bisa memulihkan diri dan sempat menonton F&F 6 sebelum posternya diturunkan oleh bioskop.

Setelah menghabiskan waktu selama hampir 2 jam, kesan gue terhadap filem ini jadi menurun. Kejadiaanya sama dengan setelah menonton 2 Fast & 2 Furious (F&F2) dimana filem tersebut kehilangan rohnya karena ketidak hadiran Vin Diesel. Pada F&F 6, Vin Diesel tetap hadir namun filem ini agak kehilangan gregetnya karena aksi laga yang kehilangan roh dari F&F 1.

Pada dasarnya, F&F adalah filem laga dengan aksi kebut-kebutan jalan raya. Struktur ceritanya sendiri menggunakan resep polisi berhadapan dengan penjahat dan masing-masing berusaha untuk mengalahkan yang lain lewat adu kecerdikan. Pada F&F 1, semangat kebut-kebutan mobil di jalan raya mengangkat tema balap lintasan lurus (drag) ditambah aksi perampokan truk dengan sedan Civic yang telah dimodif. Di F&F 2, semangat balap liar di jalan raya berubah menjadi balap di sepanjang jalan dalam bentuk sirkut. Sayang, filem ini kurang greget karena kharisma Vin Diesel yang menggelora di F & F 1 sirna akibat ketidak hadirannya. F&F 3 masih lebih baik berkat tema balap unik: drifting yang dilakukan di gedung parkir. Vin Diesel kembali lagi di F&F 4 serta F&F 5 dan ini langsung mengangkat sukses F&F. Pada serial ke 2-4, aksi kebut-kebutan masih menjadi jiwa utama dari filem dan beberapa adega laga fantastis. Sayangnya, ini semua justru bekurang banyak di F&F 6.

Penonton masih bisa menemukan aksi kebut-kebutan jalan raya, namun drama, pertarungan tangan kosong, tembak menembak, dan aksi menghancurkan mobil justru lebih mendominasi. Adegan kebut-kebutan di jalan raya lebih fokus pada usaha menghancurkan mobil lawan daripada saling salip menyalip, mendahului, atau memblok jalan. Kamera dan efek visual lebih terpusat pada adegan mobil terbalik, terguling, menabrak tembok hingga akhirnya hancur. Apalagi saat adegan mobil balap berhadapan dengan tank? Puh… leaaaaaassssee. F&F 6 malah lebih mirip filem Transformers, dalam hal hancur-hancuran mobil.

Mungkin awak pembuat filem sedang kekurangan bahan cerita atau gagasan dalam merancang adegan laga yang lebih pantas bagi Fast & Furious. Semoga di F&F 7, roh kebut-kebutan dengan aksi salip menyalip dan mendahuli kembali lagi mendominasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s