Pentingnya Helem Bagi Pengendara Sepeda Motor

Sudah lama saya bermimpi untuk menerbitkan video pertama ku di Vimeo, setelah membuka akunnya selama 2 tahun. Hari ini, saya akhirnya berhasil mewujudkan impian ini setelah meunggah file video dari slideshow yang saya buat untuk keperluan mengajar kuliah Public Speaking dan Presentation Skill.

Waktu itu, saya sedang memegang mata kuliah Public Speaking dan saya berencana untuk mengajar teknik berbicara informatif. Dalam rencana itu, saya hendak menugaskan siswa saya untuk membuat dan mempresentasikan pengetahuan informatif dengan PowerPoint. Hanya saja, sebagai dosen, saya tentunya harus bisa memberikan contoh tentang presentasi informatif. Dengan segera, saya membuat presentasi tentang “Pentingnya Helem” menggunakan aplikasi Keynote untuk Macintosh. Presentasi ini selesai saya garap dalam 1 hari. Ketika saya menyajikannya pertama kali, saya mendapatkan tanggapan positif dari siswa saya karena presentasi tersebut memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana harusnya membuat presentasi informatif dengan PowerPoint.

Tanggapan baik dari siswa di kelas Public Speaking membuat saya yakin untuk memakainya di kelas lain seperti Higher Intermediate 4, Conversation 6, hingga kelas Presentation Skills. Hanya saja, kesuksesan menyajikan presentasi ini belum memberikan kepuasan penuh karena saya masih merasa kurang. Saya merasakan kekurangan ini karena presentasi ini hanya saya sajikan di kelas bahasa Inggris saja padahal pengetahuan di dalamnya sangat bagus dan perlu dilihat dan dipelajari semua orang Indonesia. Saya pun berpikir untuk meningkatkan presentasi ini ke tingkat yang lebih tinggi, Videocast.

Pengalaman mengajar mata kuliah Media Pengajaran (Media in English Language Teaching) memberikan saya inspirasi untuk mewujudkan keinginan saya di atas. Kesempatan ini tiba ketika saya mengajar topik tentang membuat video dari slideshow yang dibhasilkan PowerPoint. Untuk edisi 2010, Microsoft telah memberikan kemampuan tambahan pada pengguna PowerPoint untuk meng-ekspor slideshow buatan mereka ke dalam format video. Karena saya harus membuktikan kepada siswa kelas saya bahwa PowerPoint 2010 dapat mengubah slideshow ke format video, saya pun berpaling pada presentasi “Pentingnya Helem” yang pernah saya buat dengan Keynote.

Dengan menggunakan format lama, saya menyalin isi file ke dalam bentung PowerPoint dengan penambahan video di dalamnya. Saya kemudian mengekspor slideshow PowerPoint ini kedalam format video dan hasilnya, cukup bagus. Video slideshow yang saya dapatkan bisa berjalan cukup mulus namun muncul masalah. Ternyata, video yang saya tambahkan ke dalam file slide tidak dapat berputar dengan baik. Kembali lagi saya harus memikirkan solusinya dan saya memutuskan untuk mengerjakan ulang slideshow ini dengan Keynote.

Setelah saya kelar mengerjakan slideshow ini, saya kemudian mengekspornya ke Quicktime lewat Keynote. Sayangnya, masalah dengan video kembali lagi mendera saya. Entah kenapa, video dari slideshow berjalan aneh dimana transisis obyek bergerak terlalu cepat dan, lagi-lagi, videonya freeze. Anehnya, saya tidak melihat ada masalah ketika saya memainkan slideshow sebagai file Keynote.

Akhirnya, saya memutuskan bahwa masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan aplikasi penyunting video dari Apple, iMovie 11. Saya impor video dari Keynote ke dalam iMovie dan saya rapihkan kembali alur video dengan fitur-fitur penyuntingan yang tersedia. Masalah lain juga muncul dari mutu audio yang terbatas dimana rekaman suara saya terasa kurang keras. Saya pun memisahkan audio dari video dan saya menggunakan Audacity, yang saya pakai untuk meningkatkan mutu suara. Hasil penyuntingan Audacity pun saya ekspor ke format MP3 dan saya impor ke dalam iMovie. Pekerjaan penyuntingan ini memakan waktu 4 hari karena saya mengerjakannya di rumah, setelah pulang kerja. Akhirnya, penyuntingan yang melelahkan dan menjemukan ini selesai dan tugas berikutnya adalah mengekspor seluruh file ke dalam 1 video utuh. iMovie melakukan pekerjaan ini selama hampir 1 jam dan menghasilkan video berukuran 1 GB dalam format MOV (Quicktime).

File 1 GB adalah file yang terlalu besar untuk saya unggah ke internet dan satu-satunya tempat yang bisa menerima file video besar tanpa memungut bayaran hanyalah Vimeo, menerapkan batas ukuran file sebesar 500 MB. Saya mengolah file video yang sudah jadi dengan MPEG Streamclip dimana saya memilih format HD 720p, kompressor H.264, dan Quality 50%. Hasilnya adalah sebuah file video berukuran 350 MB. Setelah selesai, saya menunggahnya langsung ke website Vimeo. Pekerjaan ini memakan waktu 4 jam dan Vimeo memerlukan 1 jam lagi untuk memproses video sebelum akhirnya bisa ditonton di website. LUARRRRRR BIASSSAAAA.

Saya melihat videocast ini sebagai satu tonggak prestasi dimana saya membuat video pengajaran pertama yang tidak terkait Bahasa Inggris dan memakai bahasa Indonesia. Prestasi lainnya adalah berhasilnya saya dalam menerbitkan video pertama saya di laman Vimeo.

Berikut, aplikasi yang saya pakai untuk membuat videocast ini:

Software yang dipakai:

Dalam video ini, saya menggunakan 3 klip video yang saya ambil dari:

Akhirnya, impian ku terwujud: upload video ke Vimeo. Enjoy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s