Jaket Dainese Tekstil Rekomendasi

Penggemar produk Dainese di Indonesia kini tidak lagi mengalami kesulitan untuk membeli produk-produk dari perusahaan ternama dari Italia ini. Munculnya toko-toko spesialis perlengkapan sepeda motor membuat penggemarnya tidak perlu pergi secara khusus ke luar negeri atau memesan lewat internet hanya untuk mendapatkan barang yang mereka minati. Salah satu produk Dainese yang digemari konsumen Indonesia adalah jaket pengendara sepeda motor karena konsumen Indonesia sudah menyadari pentingnya jaket khusus sepeda motor yang dilengkapi pelindung badan.

Dari tiga pilihan–tekstil (kain), kulit, dan campuran tekstil serta kulit–konsumen Indonesia lebih mengincar jaket tekstil. Selain harganya yang relatif lebih murah, jaket tekstil lebih mudah dirawat dan lebih nyaman daripada jaket kulit. Untuk bahan tekstil sendiri, Dainese menyediakan tiga jenis pilihan tekstil yaitu tekstil biasa, D-Dry, dan Gore Tex. Ketiga pilihan ini memiliki kelebihan dan biaya yang berbeda-beda. Namun, dari pengalaman pribadi, jaket tekstil biasa adalah pilihan terbaik untuk pengendara sepeda motor Indonesia secara umum karena harga yang cukup murah (< 4 juta), nyaman, serta mudah dirawat. Lewat penelitian di internet dan uji coba pribadi, konsumen bisa membeli salah satu dari lima rekomendasi: Dainese Racing Tex, Aspide Tex, G. Avro Tex, Crono Tex, dan G. Super Speed Tex.

Dainese Racing Tex

Meski ini termasuk produk lama (2011), Racing Tex adalah jaket tekstil terbaik di kelas dasar. Jaket ini terbuat dari bahan tekstil murni yang bisa menahan terpaan angin dalam kecepatan apapun sehingga bisa menjaga temperatur tubuh pengendara tetap hangat, bahkan pada malam hari sekalipun. Hal ini terwujud berkat penggunaan bahan tekstil yang memiliki kerapatan serat tingkat tinggi. Hasilnya, jaket ini memiliki kain yang sekilas terasa tebal tetapi masih memberikan kesempatan tubuh bernafas, bahkan di cuaca panas sekalipun. Jaket ini tidak hanya terbuat dari kain tahan terpaan angin, tetapi juga memiliki lapisan penghangat (thermal liner) yang bisa dilepas. Untuk bekendara di dalam kota, lapisan penghangat ini sebaiknya dilepas saja karena akan meningkatkan suhu tubuh secara luar biasa. Namun, lapisan thermal ini akan sangat berguna bila Anda melakukan perjalanan panjang (>100 km) atau bekendara ke daerah pegunungan. Selain berfungsi untuk menahan terpaan angin, lapisa ini akan menjaga suhu tubuh di daerah yang memiliki tekanan udara rendah. Untuk perlindungan tubuh terhadap resiko kecelakaan, Dainese sudah memberikan pelindung bahu (ki-ka) serta lengan (ki-ka) yang sudah mendapatkan sertifikat CE. Walau Racing Tex memiliki desain yang terkesan konservatif, jaket ini tersedia dalam beragam pilihan warna dengan harga + 3 juta Rupiah. Sayangnya, meski masih diproduksi dan dijual, jaket ini adalah edisi lama sehingga produk ini kemungkinan besar tidak akan lagi dilanjutkan oleh Dainese.

Dainese Aspide Tex

Jaket ini sebetulnya adalah versi tekstil dari model yang sama, versi kulit. Meski begitu, desain jaket ini masih sama dengan yang kulit dan kelebihannya ada pada panel bahu aluminum (ki-ka) yang tampil sangat menonjol dan canggih. Panel aluminum ini memberikan tampilan keren karena menyerupai panel serupa pada baju balap Rossi dan Hayden. Dari segi desain, jaket ini lebih sederhana daripada Racing Tex tetapi kelebihannya ada pada panel bahu dari logam dan kantung ventilasi di bagian dada (ki-ka). Tidak bisa disangkal bila panel logam memberikan suatu tampilan yang sulit untuk disaingi produk tekstil dari merek apapun. Untuk bahan jaket, Aspide terbuat dari kain dengan tekstur serat yang rapat dan tebal, yang memungkinkannya menepits terpaan angin pada kecepatan tinggi sekalipun. Tanpa lapisan thermal, jaket ini masih mampu memberikan tubuh kesempatan bernafas meski pengendara mengendari sepeda motor di tengah-tengah kepadatan lalu lintas pada siang bolong. Dengan lapisan thermal, pengendara bisa memakai jaket ini untuk perjalanan lintas panjang hingga ke daerah pegunungan sekalipun. Harga jaket ini lebih mahal 1 juta (total 4 juta Rupiah) karena penggunaan panel logam di bahu. Biarpun sudah ada panel logam, Dainese masih memberikan pelindung bahu (ki-ka) dan lengan (ki-ka) yang sama dengan Racing Tex. Jadi, selisih tambahan 1 juta adalah harga pantas untuk penempelan panel logam di bahu. Sayangnya, Aspide adalah edisi lama (2011) sehingga, kemungkinan besar, Dainese akan menghentikan produksi dan penjualannya.

Dainese G. Avro Tex

Jaket ini keluar pertama kalinya pada tahun 2012, sebagai pengembangan dari Racing Tex. Edisi revisi ini membawa desain serupa dengan dua jaket sebelumnya dengan perbedaan pada kombinasi dua warna pada jaket. Pengaturan kombinasi warna pada jaket membuat Avro terlihat agresif saat dipakai bekendara, mengesankan jaket balap. Meski menggunakan bahan tekstil, Avro mampu menahan terabasan angin agar tidak menyusup ke badan pengendara, sehingga mampu menjaga kehangatan tubuh pengendara dalam berbagai kecepatan. Sama juga dengan Racing Tex dan Aspide, Avro memiliki lapisan thermal yang bisa dilepas pasang dengan mudah sehingga membuat jaket ini bisa dikenakan sebagai jaket harian untuk lalu lintas dalam kota atau untuk kegiatan touring. Walau tidak memiliki panel logam, Avro memiliki pelindung bahu (ki-ka) serta lengan (ki-ka) produk paten Dainese sehingga mampu melindungi dan mengurangi resiko cedera pengendara dalam situasi kecelakaan. Kelebihan dari jaket ini adalah kantong ventilasi di bagian bawah punggung yang berguna untuk melepaskan hawa panas dari dalam jaket saat bekendara. Inovasi ini sangat berguna ketika bekendara dalam cuaca panas. Dengan membiarkan resleting terbukan, hawa panas badan akan dilepas lewat kisi-kisi yang tersedia.

Dainese Crono Tex

Produk terbaru dari Dainese (2013) Crono Tex membawa pembaharuan dari Avro namun dengan nuansa yang lebih konservatif. Desain warna Crono Text sepertinya membawa nuansa tahun 80’an sehingga jaket ini lebih pas bagi pengendara yang dewasa atau pribadi yang konservatif. Mereka yang muda akan lebih menyukai Avro. Warna yang tersedia untuk jaket ini adalah hitam (dasar) yang digabung dengan biru, merah, serta putih. Selain itu, Dainese juga memberikan lapisan thermal tebal yang bisa dilepas pasang dengan mudah. Tanpa lapisan thermal, jaket ini tidak terlalu panas di badan meskin dipakai di siang hari terik karena bahan tekstilnya memberikan ruang bagi badan untuk bernafas. Di malam hari, Crono mampu memberikan kehangatan pada badan pengendara biarpun sepeda motor melaju pada kecepatan tinggi sekalipun. Jika pengendara melakukan perjalanan ke pegunungan, ia tinggal memasang lapisan thermal-nya dan ia siap untuk suhu dingin di dataran tinggi. Sebagai versi perbaikan, Crono Tex menerapkan inovasi dari Aspide dimana jaket ini memiliki dua kantong ventilasi di bagian dada dan dua kantong ventilasi di bagian punggung bawah yang bisa akses mudah dengan tangan karena ke-duanya menggunakan resleting. Dengan membukan kantong ventilasi depan, angin akan masuk lewat celah yang terbuka untuk mendinginkan badan saat suhu udara meningkat. Sedang celah ventilasi di belakang akan mengalirkan udara panas keluar dari tubuh dengan bantuan angin yang berhembus lewat sisi pinggang kiri dan kanan. Ini benar-benar inovasi yang pas untuk kondisi iklim tropis. Keunikan lain dari jaket ini adalah penggunaan kacing di lengan kiri dan kanan yang memberikan peluang bagi pengguna jaket untuk mengetatkan bagian lengan, membuat pelindung lengan terasa menempel ketat di bagian sikut. Dalam hal perlindungan, Dainese memberikan pelindung bahu (ki-ka) dan lengan (ki-ka) yang telah mendapatkan sertifikasi CE sehingga menjamin keamanan pemakai jaket saat kecelakaan. Pelindung pengendara lainnya adalah lapisan reflektor yang ditaruh pada bagian lengan (ki-ka) serta bagian punggung yang mudah berkilau saat terkena bias cahaya. Berkat reflektor ini, pengguna jalan yang lain akan meudah mengetahui keberadaaan si pengendare motor. Mungkin ini jaket tekstil yang paling banyak memiliki reflektor.

Dainese Super Speed Tex

Keluar tahun 2012, jaket langsung menjadi yang terbaik untuk jajaran produk tekstil karena edisi ini adalah replika dari G. Super Speed Pelle (kulit). Meski dari tampilan luar terlihat seperti tiruan, jaket tekstil Super Speed memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari jaket-jaket tekstil lainnya. Untuk produk ini, Dainese menerapkan prinsip yang tersua pada jaket Shotgun dimana sebagian jaket menggunakan material kain jaring (mesh). Uniknya, Super Speed menggunakan kain jaring di bagian yang akan mengalami kenaikan suhu paling tinggi yaitu sisi kiri dan kanan torso, lengan bagian dalam (ki-ka), serta bagian dada, dan punggung. Dainese sengaja menaruh mesh di bagian-bagian tersebut untuk memberikan ruang besar bagi angin masuk ke dalam tubuh dan mendinginkan suhu badan. Dengan cara ini, tubuh pengendara dapat bernafas maksimal saat ia sedang melaju ataupun ketika kendaraannya berada dalam posisi diam. Untuk menjaga agar terpaan angin tidak mengganggu tubuh pengendara, Dainese memberikan lapisan tipis (seperti kain parasut) di bagian dalam jaket. Meski tipis, lapisan ini cukup baik untuk menahan terpaan angin, khususnya pada kecepatan tinggi, agar tidak sampai membuat pemakai jaket masuk angin. Sedang di bagian punggung Super Speed memiliki area mesh yang paling besar. Mungkin ini bertujuan untuk memberikan ruang nafas besar bagi punggung pengendara sekaligus memberikan melepaskan udara panas dari dalam tubuh. Fitur terkeren adalah penerapan panel logam aluminum pada bahu (ki-ka) sehingga memberikan tampilan canggih, kuat, dan agresif. Dalam hal desain, Super Speed mengusung tampilan konservatif dengan warna dasar hitam dan aksen warna di bagian lengan. Biarpun begitu, Super Speed meimiliki lapisan reflector (pemantul) di ujung lengan dan punggung sehingga meningkatkan keselamatan pengendara saat melaju di malam hari.

Dari semua jaket yang telah digambarkan, pengendara sepeda motor mungkin akan mengalami kebingungan tentang pilihan mana yang terbaik, karena semua pilihan di atas terlihat sama baiknya. Berdasarkan informasi dan analisa, sebaiknya pengendara membeli jaket yang edisi terbaru dan memiliki sedikit celah terbuka. Super Speed adalah produk terbaru dan terlihat keren namun banyaknya celah terbuka menimbulkan pertanyaan apakah desain ini tidak akan mengganggu kenyamanan si penggunannya? Apakah jaket ini tidak akan menimbulkan efek samping kesehatan jika dipakai dalam jangka waktu lama. Crono dan Avro masih lebih baik karena celah terbuka di dalamnya dapat ditutup dengan resleting yang telah tersedia. Selain itu, ke-2 jaket ini adalah produk baru sehingga masih memiliki usia produksi panjang. Aspide dan Racing, dengan segala kesederhanaan, adalah produksi lama sehingga mungkin akan tertinggal zaman apabila sudah tidak dilanjutkan produksinya. Dalam hal harga, jaket tekstil Dainese biasanya dijual dalam kisaran harga 4-3 juta Rupiah, lumayan terjangkau untuk sebuah produk Dainese. Jika tertarik, Anda bisa menyambangi toko Motoritz di daerah Blok M, Jl. Mahakam (persis di seberang hotel Mahakam).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s