Hindari Ngebut di Jalan Raya

Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia. Banyaknya jumlah kendaraan di jalan raya tidak membuat pengguna jalan raya menjadi lebih pelan dan berhati-hati, malah justru sebaliknya. Khusus untuk pengendara sepeda motor, kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kecerobohan dalam bekendara yang salah satunya melaju pada kecepatan tinggi (>60 kmj). Padahal, pengguna jalan raya selalu mendapat nasihat yang sama tentang keselamatan bekendara di jalan raya. Apakah Anda mengendarai sepeda motor, sepeda, menyetir mobil, Anda sering mendapatkan nasihat, “Jangan kebut-kebutan di jalan raya,” “Jangan ngebut di jalan,” “Jalan raya bukan tempat balapan.” Biarpun nasihat iniΒ  sudah berkali-kali diucapkan, kita tetap saja sering melihat kecelakaan mobil/sepeda motor/sepeda di jalan raya.

Aksi kebut-kebutan dan melaju pada kecepatan tinggi adalah salah satu penyebab kecelakaan di kalangan pengendara sepeda motor. Bagi pengendara sepeda motor, jalanan kosong/lengang sudah menjadi godaan paling tinggi untuk ngebut di jalan raya. Ngebut juga terjadi karena ada beberapa pengendara sepeda motor yang ingin adu kecepatan untuk menjadi jagoan jalan. Alasan yang lain, juga paling konyol, adalah keinginan untuk mewujudkan khayalan jadi pebalap MotoGP/Superbike di jalan raya. Siang ataupun malam, cuaca kering atau hujan, penggemar kecepatan tinggi memanfaatkan setiap peluang untuk tancap gas dan melaju sekencang-kencangnya di jalan raya, tanpa menyadari resiko kecelakaan yang mengintai.

Menyadari resiko kecelakaan saat ngebut di jalan raya sangat tinggi, MAC (Motoris Accident Committee) Australia Selatan membuat iklan layanan masyarakat yang sangat cerdas dan bagus. Ada perbedaan antara kecelakaan saat balapan di sirkuit dan di jalan raya dan perbedaan itu ada pada sedikitnya hazzards (resiko) di sirkuit. Seperti yang kita ketahui, kompetisi balap profesional seperti MotoGP dan Superbike (WSBK) wajib dilakukan di dalam sirkuit balap karena ini bertujuan untuk mengurangi ancaman kematian pada pebalap saat mereka mengalami kecelakaan. Oleh karena itu, sirkuit balap dirancang agar bebas dari hazzards dimana lintasan terbuat dari aspal yang halus dan pinggir lintasan ditutupi dengan pelindung yang terbuat dari busa untuk meyerap benturan saat terjadi kecelakaan pada pebalap. Pada daerah tikungan, tersedia area run-off yang lebar untuk mengakomodir kemungkinan pebalap terlempar keluar dari tikungan pada kecepatan tinggi. Dengan run-off yang luas, pebalap yang terjatuh di tikungan masih memiliki kemungkinan selamat yang tinggi. Hasilnya, kita tidak akan pernah melihat ada tiang listrik, trotoar, halte bus, pohon, ataupun mobil parkir di pinggir lintasan. Inilah alasan mengapa tingkat kematian akibat kecelakaan di sirkuit balap lebih rendah daripada di jalan raya.

Nah, apakah Anda masih ingin ngebut di jalan raya dengan ancaman pohon, trotoar, tembok bangunan, mobil parkir, atau got di pinggir jalan? Ya, jika Anda bersikeras, silahkan tanggung resiko Anda sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s