Pengalaman Dokumentasi Acara dengan iPhone

Pada awal bulan Juni (6/6/2014), STBA LIA Jakarta menggelar acara besar bertajuk Multi Cultural Fiesta. Acara ini berlangsung hanya satu hari saja, mulai dari pukul 8 pagi hingga 8 malam. Seperti bunyi judulnya, acara ini menyajikan pentas budaya dari 2 negara–Inggris dan Jepang–dalam bentuk tarian, musik, hingga drama. Kebetulan, STBA LIA memiliki 2 jurusan: Sastra Inggris dan Sastra Jepang, dimana mahasiswa dari ke-2 jurusan tersebut menyumbangkan lagu dan tarian dari bidang ilmu yang mereka pelajari.

Dalam kepanitiaan, saya bertugas di seksi Publikasi dan Dokumentasi. Tugas saya adalah mengelola promosi acara MCF lewat media sosial yaitu Facebook dan YouTube. Dalam menjalankan tugas ini, saya menggunakan alat yang oleh kebanyakan orang pikir tidak cukup baik untuk melakukan tugas dokumentasi. Alat yang saya gunakan adalah sebuah telepon pintar (ponpin). Aneh memang, kok sebuah ponpin cukup untuk melakukan promosi dan dokumentasi acara besar seperti MCF? Nyatanya, ponpin masa kini memungkinkan saya untuk melakukan hal tersebut karena ponpin sudah memiliki kemampuan untuk memotret gambar, merekam video, menyunting foto/video, serta mengunggah foto/video ke media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube. Tentunya, tidak semua hasil dokumentasi saya olah dengan ponpin karena adanya keterbatasan daya simpan. Oleh karena itu, saya juga mendayaguankan laptop untuk menyimpan hasil foto/video yang telah saya ambil serta untuk pengolahan lebih lanjut.

Maka, untuk tugas dokumentasi serta publikasi, saya membawa peralatan sebagai berikut; iPhone 5S, tripod, Gorilapod, bracket iPhone untuk tripod (Joby GripTight), iRig Mic Cast (mikrofon kecil), lampu LED (Aputure Amaran 126), MacBook Air, dan hard disk eksternal (WD Element). Dengan alat-alat yang sederhana ini, saya berhasil mengabadikan rangkaian acara MCF mulai dari persiapan hingga hari H dengan mutu yang bagus dan memuaskan. Saya sendiri bahkan masih heran bahwa peralatan yang sederhana mampu membawa hasil yang, dalam penilaian orang awam, mustinya keluar dari peralatan canggih seperti kamera DSLR, video shotgun, dan aplikasi canggih.

Dalam hal ini, saya mengatribusikan keberhasilan saya kepada Apple yang mampu menciptakan alat serta aplikasi yang sangat mendukung kreatifitas penggunanya. Ini adalah hal yang luar biasa.

Saya mengambil semua foto dan video dengan ponpin namun saya tidak mengolah hasil akhirnya dengan ponpin. Ada beberapa video yang saya olah dengan aplikasi ponpin seperti iMovie for iOS:

sedangkan video lainnya saya sunting lebih lanjut di laptop dengan iMovie 11 dan, untuk kemudahan pengunggahan ke YouTube, saya konversi dengan MPEG Streamclip.

Dari pengalaman di atas, saya belajar bahwa ponpin masa kini sudah memiliki kemampuan untuk mendukung daya kreatifitas penggunanya selama si pengguna memiliki alat-alat yang mendukungnya. Dengan makin berkembangnya teknologi di masa depan, kemampuan ponpin akan bertambah lebih baik dan tidak kalah dengan gadget khusus seperti DSLR. Maka itu, saya menyarankan agar Anda tidak berkecil hati hanya karena gadget yang Anda miliki tidaklah seperti yang Anda inginkan. Pelajari kemampuan ponpin Anda, cari tahu kekuatannya, dan maksimalkan untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s