Ulasan YouTube Capture untuk iOS

Baru-baru ini saya menemukan sebuah aplikasi rekam video dari Google untuk iOS. Kelihatannya ini hal biasa tetapi aplikasi ini istimewa karena ia juga tersedia dalam versi Android. Akhirnya, kegundahan saya selamat ini sirna karena saya menemukan sebuah aplikasi yang bekerja lintas platform dan mudah digunakan oleh baik pengguna Android dan juga iOS.

YouTube Capture (YTC) adalah aplikasi gratis dari Google untuk iOS dengan dua fungsi: rekam dan sunting video. Dengan aplikasi ini, pengguna gadget iOS dan Android dapat merekam video dengan device yang mereka miliki dan mengunggahnya langsung ke dalam jaringan. Seandainya tidak tersedia koneksi internet, YTC bisa mengekspor video yang telah dibuat langsung ke folder Foto & Video di gadget yang sedang dipakai, apapun mereknya. Nantinya, Anda bisa memindahkan video yang telah dibuat ke dalam komputer dan mengunggahnya langsung dari komputer yang Anda pakai.

Sebagai perekam video, YTC termasuk mudah untuk digunakan siapa saja tanpa harus belajar banyak. Tampilan antar muka termasuk sederhana dengan satu tombol merah untuk merekam. Tekan sekali, Anda sudah bisa merekam dengan gadget Anda. Tekan sekali lagi, gadget berhenti merekam gambar. Dari situ, Anda bisa melakukan penyuntingan, seperti memotong klip dan menambahkan audio latar (musik misalnya). YTC juga memungkinkan Anda untuk menggabung beberapa klip video menjadi satu karena YTC bisa mengakses folder tempat rekaman video tersimpan.

Sayangnya, YTC adalah aplikasi yang terlalu sederhana. Meski Google, sepertinya, merancang aplikasi ini untuk mereka yang menyukai kepraktisan, YTC kehilangan 3 fitur yang termasuk mendasar, bahkan bagi seorang amatir sekalipun. Pertama, Anda tidak akan menemukan fitur efek transisi, contohnya, fade-in dan fade-out, yang membuat perpindahan antar klip menjadi halus. Berikutnya, tidak ada fitur narasi jikalau Anda ingin menambahkan audio dalam bentuk komentar kepada video yang telah jadi. Karena itu, YTC jelas bukan aplikasi ideal bila Anda hendak membuat dan menyunting video dokumenter di gadget Anda. Kekurangan lainnya, YTC tidak memiliki fitur untuk penyuntingan Audio pula sehingga Anda tidak bisa menambahkan trek audio ke-2 dan 3 pada trek audio pertama dari video yang Anda buat. Ini membuat proses kreatif dengan YTC menjadi terhambat dan Anda hanya bisa puas dengan sekedar merekam video dan menunggah langsung ke YouTube. Yang terakhir, YTC tidak memiliki fitur Title. Jadi, pengguna YTC tidak bisa membuat judul untuk videonya atau sekedar menambahkan caption.

Kritik saya terkesan seperti berlebihan tetapi saya yakin pembuat filem amatir sekalipun pasti ingin membuat karya yang tidak kalah dari apa yang mereka tonton di TV atau filem. Seandainya Google tidak mau membuat aplikasi seperti Filmic Pro, setidaknya ia bisa membuatnya seperti iMovie untuk iOS. Paling tidak, Google bisa meningkatkan kemampuan YTC dengan menambahkan fitur transisi video (fade-in & fade-out), penyuntingan audio (fitur narasi dan melapis trek audio), serta pemberian fitur Title. Oleh karena itu, pengguna YTC kini harus memindahkan dulu videonya ke komputer untuk pengolahan lebih lanjut apabila ia tidak puas dengan kemampuan YTC yang terlalu sederhana.

Berikut ini, saya berikan contoh video pendek yang saya buat di Hutan Kota Depok, berlokasi di Universitas Indonesia. Video ini saya rekam menggunakan iPhone dan saya sunting hanya dengan YouTube Capture. Hasil video saya unggah langsung dari YTC dengan memakai Wi-Fi. Sebagai tambahan, mutu dari rekaman sangat tergantung pada kamera yang dimiliki oleh gadget Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s