Aplikasi Gratis Multiplatform dalam Pembelajaran Kreatif: Manfaat dan Strategi Mencarinya

mobile-apps

Era dijital membawa banyak peluang bagi guru-guru dalam merancang dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kreatif yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa-siswanya. Penggunaan aplikasi slideshow atau kombinasi aplikasi sketsa ala Microsoft Paint dan aplikasi screen recording berhasil menimbulkan tren baru belajar seperti flipped learning atau blended learning. Sebelum itupun, guru-guru dan para dosen telah memulai usaha-usaha pembelajaran kreatif lewat pembuatan dan penyebar luasan podcast (audio) dan video podcast (audio video) yang mudah ditemukan di iTunes atau di YouTube. Keberhasilan-keberhasilan pembelajaran kreatif di luar negeri menggugah kaum pengajar dan pendidik di Indonesia untuk ikut membuat kegiatan pembelajaran kreatif di Indonesia dengan meniru teknik-teknik yang dipakai orang-orang luar negeri. Akan tetapi, timbul beberapa masalah ketika kaum pengajar dan pendidik Indonesia hendak meniru teknik pengajaran kreatif ala guru-guru luar negeri yang banyak memakai aplikasi dijital. Permasalahan-permasalahan yang timbul adalah biaya lisensi aplikasi yang tinggi, kerumitan pemakaian aplikasi, tuntutan kompatibilas hardware, serta tingginya keberagaman jenis-jenis komputer dan gawai yang dipakai di dalam kelas. Semua permasalahan tersebut bisa diatasi dengan menggunakan aplikasi-aplikasi gratis dan lintas platform yang memberikan kentungan-keuntungan dalam hal pengurangan ongkos operasional, kemudahan pemakaian, dan kebebasan pemakaian platform teknologi.

Keuntungan memakai aplikasi-aplikasi gratis dan lintas platform

Aplikasi-aplikasi gratis lintas platform pasti meringankan beban operasional di pihak guru, siswa, dan juga lembaga. Dengan memakai aplikasi freeware atau opensource yang berjalan di lebih dari satu platform, para guru, siswa, dan lembaga tidak perlu membuat anggaran keuangan khusus untuk membeli aplikasi-aplikasi yang berlisensi atau harus menggunakan komputer dengan merek atau spesifikasi tertentu. Ini berarti guru, siswa, dan lembaga bisa tetap menggunakan gawai atau komputer masing-masing. Selain itu, aplikasi-aplikasi gratis ini bisa dibagikan kepada siapa saja untuk ditanamkan ke komputer atau gawai-gawai milik guru, siswa, dan lembaga tanpa ada kewajiban meminta izin atau memberi tahu pihak pengembang (developers) aplikasi.

Aplikasi-aplikasi gratis lintas platform adalah aplikasi-aplikasi yang mudah dipakai oleh siapa saja. Pihak pengembang sengaja membuat aplikasi gratis sebagai aplikasi yang mudah dipakai karena pengembang sengaja mengurangi fitur-fitur di aplikasi tersebut. Selain itu, aplikasi-aplikasi gratis memiliki banyak sumber belajar yang tersebar di internet, mulai dari artikel tutorial di website hingga video tutorial yang mudah dicari di YouTube. Hal ini memudahkan guru dan murid-muridnya ketika akan mempelajari pemakaian aplikasi-aplikasi gratis tersebut. Kemudahan pemakaian pada platform apapun juga berkat rendahnya tuntutan spesifikasi hardware yang dibutuhkan aplikasi gratis. Jika aplikasi berlisensi meminta persyaratan komputer dengan sistem operasi terbaru, prosesor berkecepatan tinggi, kapasitas RAM yang besar, dan ruang penyimpanan >1 GB, aplikasi-aplikasi gratis lintas platform hanya membutuhkan persyaratan minimal yang lebih rendah dari standar aplikasi berlisensi. Malah, aplikasi-aplikasi gratis ini bisa menyesuaikan diri dengan spesifikasi milik komputer.

Karena aplikasi-aplikasi gratis ini tersedia dalam berbagai versi sistem operasi (Android dan iOS atau Macintosh dan Windows), guru tidak perlu mengganti telepon pintar (smartphone) atau komputernya agar sesuai dengan gawai dan komputer yang dipakai oleh murid-muridnya. Sekolah dan universitas juga tidak mengganti komputer miliknya agar sama dengan apa yang dipakai oleh murid-murid dan guru-gurunya. Jadi, seorang guru dan murid-muridnya bisa menggunakan aplikasi yang sama meskipun kedua pihak menggunakan gawai atau komputer yang berbeda sistem operasi. Dengan demikian, guru bisa mengajar siswa-siswanya agar bisa menggunakan sebuah aplikasi tanpa dibebani oleh pikiran mengenai perbedaan sistem operasi (OS) pada komputer atau gawai masing-masing.

Strategi mencari aplikasi gratis yang bermutu

Aplikasi-aplikasi gratis yang baik haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Usahakan untuk menggunakan aplikasi yang dapat bekerja baik online maupun offline. Jikalau harus online, usahakan aplikasi ini memiliki cara kerja yang sederhana sehingga cukup mudah dipelajari.
  2. Carilah aplikasi-aplikasi gratis bermutu di internet dengan menggunakan keywords, “best free apps for editing video + windows 7” atau “recommended free apps for audio recording + desktop”, serta “top 10 free apps for photo editing + android + iOS”.
  3. Aplikasi-aplikasi gratis yang bermutu biasanya dibuat oleh pengembang-pengembang yang memiliki nama baik dan terkenal. Walau begitu, ada juga aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh pengembang yang kurang terkenal tetapi sudah memiliki usia yang panjang.
  4. Aplikasi-aplikasi gratis dan bermutu haruslah aplikasi-aplikasi yang sudah berusia lebih dari 4 tahun. Ini bisa diketahui dengan cara memeriksa latar belakang aplikasi tersebut di Wikipedia. Usia panjang dari sebuah aplikasi gratis membuktikan kesungguhan pengembang dalam pemeliharaan dan peningkatan aplikasi tersebut agar sesuai dengan kemajuan kondisi teknologi.
  5. Aplikasi-aplikasi gratis yang bermutu memperoleh banyak ulasan positif di internet dan sering masuk peringkat “Top 10 best free apps for …” atau “Best free apps for …”. Jika sebuah aplikasi sering masuk peringkat lebih dari 3 kali, itu pertanda kuat bahwa aplikasi tersebut memiliki mutu yang baik.
  6. Aplikasi-aplikasi gratis yang bermutu memiliki banyak sumber belajar di internet (tutorial dalam bentuk tertulis atau video). Banyaknya tutorial menjadi indikasi bahwa aplikasi-aplikasi tersebut memiliki pemakai yang banyak.
  7. Rajinlah memantau berita-berita terbaru tentang aplikasi-aplikasi gratis dan bermutu dari website seperti Edutopia, Lifehacker, The Verge, Mashable, dan Wired. Kelima website tersebut memiliki akun Page di Facebook, sehingga Anda bisa berlangganan berita terkini lewat Facebook.

Kesimpulan

Aplikasi-aplikasi gratis lintas platform bisa membangun kepribadian mandiri, terlepas dari ketergantungan pada sebuah platform, dari para penggunanya. Dengan demikian, guru dan siswa-siswa mampu bekerja dan bekreasi dengan gawai atau komputer jenis apapun tanpa hambatan dari sistem operasi (OS) yang berbeda-beda. Ini akan berdampak pada tingginya daya kreasi guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran di dalam dan di luar kelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s